LABORATORIUM TEKNIK SIPIL FT-UMS JEMBER

 

Laboratoria Teknik Sipil sebagaimana dibawah ini berfungsi sebagai pusat pembelajaran praktis dan eksperimental yang dipergunakan oleh mahasiswa dan pelayanan untuk riset dan konsultasi keteknikan mencakup desain gedung, jembatan, jalan, irigasi, dan keairan serta survey dan pemetaan.

 

  1. Laboratorium Teknologi Beton

Laboratorium Teknologi Bahan Beton ini dipergunakan diantaranya untuk pemeriksaan dan mengenal sifat-sifat bahan penyusun beton, perencanaan campuran beton segar di lapangan serta melaksanakan pengujian beton di laboratorium menurut S.K. SNI 1991. laboratorium ini selain dipergunakan praktikum dalam mata kuliah juga dipergunakan untuk sarana penelitian mahasiswa, dosen serta pelayanan konsultasi teknik (jasa) bidang teknologi bahan dan Beton.

Peralatan yang dimiliki untuk kegiatan praktikum tersebut sudah memenuhi standar peralatan praktikum teknologi beton antara lain :

Laboratry Concrete Mixer, Concrete Testing Machine, Slump Test, Electric Vibrator Laboratory, Moduluis Of Elasticity in Concrete Test, Capping Compound Warmer, Concrete Flow Table Hand, Sieve Brass Analysis, Sieve Shaker Electric, Density Baskett, Heavy Duty Solution Balance, Mortar Mixer, Vicat apparatur Test, Oven.

Kegiatan praktikum meliputi: a). Pemeriksaan bahan susun beton, b). Perencanaan Campuran Beton, c). Pemeriksaan dan pengujian beton ; menentukan kuat hancur beton pada umur 28 hari.

 

  1. b. Laboratorium Mekanika Tanah

Laboratorium ini dipergunakan untuk penyeledikan tanah sehingga dapat mengetahui dan mengenal sifat-sifat fisik dan jenis tanah di laboratorium, baik dalam keadaan asli (undisturbed) maupun keadaan terganggu serta melakukan pengujian dan pemeriksaan tanah di lapangan. Laboratorium ini selain dipergunakan praktikum dalam mata kuliah juga dipergunakan untuk sarana penelitian mahasiswa, dosen serta pelayanan konsultasi teknik (jasa) bidang mekanika tanah.

Peralatan praktikum Laboratorium Mekanika Tanah antara lain :

Hand Bor, Standart Penetration Test, Sample extruder, Dutch Cone Penetrometer/Sondir, Sand Cone Test, Rubber Ballon Test, Sieve Shaker, Hydrometer Analysis Test, Compaction test, Atterberg Limit Test, Laboratory CBR Test, Unconfined, Compression Machine, Consolidation Test, Permeability Test, Direct Shear Test dan lain-lain.

Kegunaan:

 a). Pengambilan sample dengan Bor, b). Pengujian tanah dengan alat sondir, c). Pemeriksaan tanah dengan Sand Cone, d). Pemeriksaan kadar air tanah, e). Pemeriksaan Berat Jenis Tanah, f). Analisa butiran tanah (analisa saringan dan hydrometer test), g). Pemeriksaan konsistensi tanah (batas-batas Atterberg), h). Pengujian kepadatan tanah (standart dan modified), i). Pengujian Tekan Bebas Tanah, j). Pengujian CBR (California Bearing Ratio) lapangan, k). Pengujian geser tanah, l). Pengujian Konsolidasi Tanah, m). Pengujian Permeabilitas Tanah.

 

  1. c. Laboratorium Ilmu Ukur Tanah

Kegiatan pada Laboratorium Ilmu Ukur Tanah ialah melaksanakan praktikum Ilmu Ukur Tanah sebagai sarana penunjang bagi mahasiswa agar mampu melakukan pengukuran sudut dan beda tinggi pada suatu lokasi serta dapat membuat peta situasi dari suatu daerah secara tepat dan akurat. 

Peralatan yang dimiliki adalah Waterpas , Thedolite (manual dan digital), Bak Ukur, Yallon. Laboratorium ini dipergunakan untuk sarana penelitian mahasiswa, dosen serta pelayanan konsultasi teknik (jasa) bidang survei.

 

  1. d. Laboratorium Jalan Raya

Peralatan Laboratorium Jalan raya: Los Angeles Abrassion Machine, Saringan (Sieve), Oven Sand Equiovalent Test Set, Penetrasion Test Set, Ductility Test Set, Flash and Fire Point Test Set, Softening Point Screw Test Set, Automatic Bitumenous Compactor, Solubility of Bitumenous Material, Viscosity Test Set, Benkelmen Beam Apparatus, Thermometer, Neraca, Container, Softening Point Test, Absorsion of fir Aggregate, Dunagan Test set, dan Glooch Crucible. Laboratorium ini dipergunakan untuk sarana penelitian mahasiswa, dosen serta pelayanan konsultasi teknik (jasa) bidang jalan raya.

 

  1. Laboratorium Hidrolika

Laboratorium Hidrolika dilengkapi dengan fasilitas/peralatan antara lain : Saluran Tertutup dan terbuka, Staff Ponit Gauge. Basic Hidraulic Bench, Dead Weight Calibrator, Hydrostatic Pressure, Flow Over Weirs, Bernaulli Therm Demostration, Osborne Reynold Demostrasion, Flowmeter Demontrasion, Velocity Meter, dan Analoque Indicator.

Kegunaan : untuk sarana penelitian mahasiswa maupun dosen serta pelayanan konsultasi teknik (jasa) bidang keairan.

 

  1. f. Laboratorium Lapangan

 

  1. Core Drill Perkerasan Campuran Aspal

Core Drill atau pengambilan sampel dengan cara dibor dan menghasilkan sampel berbentuk silinder, metode ini dilakukan untuk mengetahui ketebalan lapisan perkerasan jalan yang telah terpasang.Baik lembaga pemerintah maupun swasta kebanyakan menggunakan metode core drill ini untuk melakukan pengukuran. Karena selain tidak merusak perkerasan jalan, sampling hasil core drill dapat dilanjutkan ke pengujian yang lain seperti Kepadatan Lapisan, Analisa Saringan, dan Kadar Aspal. Laboratorium. Pengujian Teknik Sipil memiliki 2 (dua) jenis diameter yang digunakan untuk core drill yaitu 2 inci dan 15 inci. Kedua diameter sama-sama dapat menghasilkan ketebalan, namun untuk dilanjutkan pada kadar aspal dikhususkan menggunakan diameter 15 inci.

 

 

  1. Cre Drill (Beton)

Metode core drill adalah suatu metoda pengambilan sampel beton pada suatu struktur bangunan. Sampel yang diambil (bentuk silinder) selanjutnya dibawa ke laboratorium untuk dilakukan pengujian seperti Kuat tekan.
Pengambilan sample beton dengan coredrill (pengeboran inti) dan uji kuat tekan beton di laboratorium untuk Pengambilan contoh dilakukan dengan alat bor yang mata bornya berupa “pipa” dari intan, sehingga diperoleh contoh beton berupa silinder.
Silinder beton yang diperoleh tergantung ukuran diameter mata-bornya, umumnya antara 2” sampai 8”. Dan disarankan diameter silinder tidak kurang dari 3 kali ukuran maksimum agregat betonnya.

 

  1. Hammer Test

Concrete Hammer Test atau Schmidt Hammer Test merupakan suatu metode uji yang mudah dan praktis untuk memperkirakan mutu beton untuk memperkirakan Kekuatan Tekan Beton dengan pengujian Palu Beton schmidt hammer test.

 

  1. Sondir, Boring

Pengujian sondir merupakan salah satu pengujian penetrasi yang bertujuan untuk mengetahui daya dukung tanah pada setiap lapisan serta mengetahui kedalaman lapisan pendukung yaitu lapisan tanah keras. Hal ini dimaksudkan agar dalam mendesain Pondasi yang akan digunakan sebagai penyokong kolom bangunan diatasnya memiliki faktor Keamanan (safety factor) yang tinggi sehingga bangunan diatasnya tetap kuat dan tidak mengalami penurunan atau settlement yang dapat membahayakan dari sisi keselamatan akan bangunan dan penghuni didalamnya.

 

  1. CBR

adalah percobaan daya dukung tanah yang dikembangkan oleh California State Highway Departement. Prinsip pengujian ini adalah pengujian penetrasi dengan menusukkan benda ke dalam benda uji. Dengan cara ini dapat dinilai kekuatan tanah dasar atau bahan lain yang dipergunakan untuk membuat perkerasan.
Kekuatan tanah diuji dengan uji CBR sesuai dengan SNI-1744-1989. Nilai kekuatan tanah tersebut digunakan sebagai acuan perlu tidaknya distabilisasi setelah dibandingkan dengan yang disyaratkan dalam spesifikasinya.
Pengujian CBR adalah perbandingan antara beban penetrasi suatu bahan terhadap bahan standar dengan kedalaman dan kecepatan penetrasi yang sama. Nilai CBR dihitung pada penetrasi sebesar 0.1 inci dan penetrasi sebesar 0.2 inci dan selanjutnya hasil kedua perhitungan tersebut dibandingkan sesuai dengan SNI 03-1744-1989 diambil hasil terbesar.

 

  1. Dynamic Cone Penetrometer (DCP)

Pengujian dengan alat Dynamic Cone Penetrometer ini pada dasarnya sama dengan cone penetrometer (CP) yaitu sama-sama mencari nilai CBR dari suatu lapisan tanah langsung di lapangan. Hanya saja pada alat Cone Penetrometer dilengakapi dengan poving ring dan arloji pembacaan, sedangkan pada alat Dynamic Cone Penetrometer adalah melalui ukuran dengan menggunakan mistar
Percobaan dengan alat cone penetrometer digunakan untuk mengetahui CBR tanah asli. Sedangkan percobaan alat dengan DCP ini hanya untuk mendapat kekuatan tanah timbunan pada pembuatan badan jalan, alat ini dipakai pada pekerjaan tanah karena mudah dipindahkan ke semua titik yang diperlukan tetapi letak lapisan yang diperiksa tidak sedalam pemeriksaan tanah dengan alat sondir.

 

  1. Investigasi (Gedung dan Jalan)

 

 

Beberapa pengujian yang biasa dan dapat dilakukan oleh Loboratorium pengujian teknik sipil Universitas Bandar Lampung adalah sebagai berikut :

Kuat tekan beton merupakan sifat terpenting dalam kualitas beton dibanding dengan sifat-sifat lain. Kekuatan tekan beton ditentukan oleh pengaturan dari perbandingan semen, agregat kasar dan halus, air. Perbandingan dari air semen, semakin tinggi kekuatan tekannya

 

Kepadatan dilakukan untuk mengetahui kualitas padatnya perkerasan, karena dengan perkerasan yang padat maka akan dihasilkan jalan yang baik dan keawetan sesuai rencana. Sampel pengujian kepadatan merupakan sampel dari hasil Core Drill berbentuk silinder yang baik, tidak retak ataupun terkelupas. Kepadatan dalam spesifikasi bina marga digambarkan dalam persentase yang dibandingkan dengan job mix formula.Sehingga jika ingin melakukan pengujian density harus mentertakan dokumen tersebut.

Kadar aspal dilakukan untuk mengetahui kandungan aspal yang ada didalam campuran. Pengujian ini menggunakan metode ekstraksi refluks. Sampel uji merupakan sampel gembur yang biasanya diambil ketika proses penghamparan. Namun jika perkerasan telah dipadatkan maka sampel dapat diambil menggunakan core drill dengan diameter 15 inci untuk mendapatkan campuran yang terselimuti aspal dan tidak terpotong agregatnya.

Uji Mekanika Bahan (Uji Propertis Agregat)